Di balik angka-angka pertumbuhan ekonomi, ada ribuan kisah personal pelaku UMKM yang berjuang membangun usahanya dari nol. Sebagian dari mereka menemukan titik balik justru setelah mendapat pendampingan dari program corporate social responsibility (CSR) perusahaan besar maupun BUMN. Artikel ini merangkum beberapa kisah sukses UMKM Indonesia yang berkembang berkat program CSR, mulai dari perajin tenun yang menembus pasar ekspor, produsen minuman kesehatan yang omzetnya tumbuh berkali lipat, hingga pelaku usaha fesyen yang bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. Kisah-kisah ini diharapkan menjadi inspirasi UMKM lain bahwa pendampingan yang tepat dapat menjadi pengungkit pertumbuhan usaha yang nyata.
1. KAINRATU: Tenun Troso Jepara yang Menembus Pasar Dunia
KAINRATU adalah UMKM tenun ikat asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang berawal dari usaha keluarga turun-temurun. Co-Owner KAINRATU, Maria Leoni, mengenal program Rumah BUMN BRI saat kerap berkunjung ke kantor BRI di wilayahnya. Dari sana, ia mengikuti seleksi program BRIncubator yang diselenggarakan BRI dan berhasil terpilih sebagai peserta.
Melalui Rumah BUMN BRI, KAINRATU mendapatkan pelatihan pengembangan produk, pengemasan, pemasaran digital, hingga riset pasar ekspor. KAINRATU juga terpilih mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) setelah melalui proses kurasi, yang membuka peluang promosi lebih luas. Berkat pendampingan berkelanjutan ini, produk unggulan KAINRATU seperti Kain Tenun Double Ikat 3 Dimensi dan Tenun Endek CSM kini telah menjangkau pasar ekspor ke Amerika Serikat, Jepang, Myanmar, Thailand, Arab Saudi, Portugal, Malaysia, dan Selandia Baru.
Kekayaan budaya lokal tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga potensi ekonomi yang mampu bersaing di pasar global.
- Akhmad Purwakajaya, Direktur Micro BRI
Hingga akhir Maret 2026, BRI tercatat telah membina 54 Rumah BUMN di berbagai wilayah Indonesia dan menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM binaan, menjadikan KAINRATU sebagai salah satu bukti nyata dampak program tersebut.
2. Soya Hargro: Omzet Tumbuh Tujuh Kali Lipat Berkat Pendampingan Semen Gresik
Suhartono, pelaku UMKM asal Rembang, Jawa Tengah, memproduksi minuman susu kedelai bernutrisi dengan merek Soya Hargro di bawah badan usaha UD Agrosari. Usahanya sempat menghadapi berbagai tantangan sebelum akhirnya mendapat pembinaan dan pendampingan dari Rumah BUMN (RB) Rembang, program pemberdayaan UMKM milik PT Semen Gresik.
Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT Semen Gresik melalui RB Rembang. Berkat pembinaan dan pendampingan yang diberikan, usaha Soya Hargro bisa bertahan di tengah tantangan dan kini berkembang lebih baik.
- Suhartono, pemilik Soya Hargro
Senior Manager of Communication & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto, menyampaikan bahwa pertumbuhan UMKM binaan menjadi indikator keberhasilan program pemberdayaan yang dijalankan perusahaan, dan pendampingan yang dilakukan secara terstruktur serta berkelanjutan dinilai mampu mendorong pelaku usaha menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Berkat pendampingan tersebut, omzet usaha Soya Hargro tercatat tumbuh hingga tujuh kali lipat, sekaligus memperkuat legalitas usahanya.
3. Haluan Bali: Fesyen Lokal yang Menembus Lima Negara Lewat Pertamina UMK Academy
Sejak diluncurkan pada 2020, program pembinaan UMK Academy dari PT Pertamina (Persero) telah membantu ribuan pelaku usaha mikro dan kecil naik kelas melalui empat kurikulum utama: Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Salah satu alumni program ini adalah Defria Kirana, pemilik brand fesyen Haluan Bali.
Setelah mengikuti UMK Academy, Defria menyatakan bisnis fesyennya berkembang pesat dan produknya berhasil menembus pasar Australia, Jepang, Belanda, Jerman, hingga Amerika Serikat. Kisah serupa juga dialami Bayu Ratna Diny, pemilik Diby Leather, yang merasakan lonjakan omzet setelah mengikuti kelas Go Global, sekaligus berhasil menjalin tiga kolaborasi bisnis baru termasuk program pemberdayaan perempuan di sekitar lingkungan usahanya.
4. Move Leather: Bangkit dari Pandemi Berkat Pendampingan Tiga Tahun Berturut-turut
Kisah Move Leather, UMKM kerajinan kulit asal Garut, Jawa Barat, menjadi bukti bahwa pendampingan berkelanjutan bisa menjadi jembatan pemulihan usaha. Pemiliknya, Deni Hermawan bersama Pupu Maspupah, mengaku usahanya berhasil bangkit kembali setelah terpukul akibat pandemi Covid-19.
Melalui Pertamina UMK Academy, Move Leather mengikuti rangkaian kelas Go Modern, Go Digital, dan Go Global selama tiga tahun berturut-turut. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat PT Pertamina Patra Niaga, Eko Kristiawan, menyebut kisah Move Leather sebagai bukti nyata bagaimana sinergi antara korporasi dan UMKM dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan satu kali.
5. Exobrooch: Inovasi Produk Ramah Lingkungan dari Kelas Go Green
Ika Bunga Maharani, pemilik brand aksesori Exobrooch dan peraih predikat Champion pada kelas Go Modern di Pertamina UMK Academy, mengaku program ini membantunya meningkatkan jumlah pelanggan sekaligus melakukan efisiensi biaya produksi. Berkat pelatihan pada kelas Go Green, Exobrooch berhasil menghadirkan sejumlah inovasi produk ramah lingkungan, seperti scrunchie berbahan eco-friendly, hairpin batik berkelanjutan, tali gawai berbahan berkelanjutan, hingga kostum yang dibuat dari limbah rumah tangga.
6. PT Gemilang Agro Inovasi: UMKM Inklusif yang Menembus Pasar Ekspor
Kisah lain datang dari Ade Soelistyowati, pemilik PT Gemilang Agro Inovasi, yang memproduksi Cassava Crackers serta produk turunan mangrove seperti kapsul, teh, dan bubuk mangrove. Usaha ini dijalankan bersama sang suami yang tengah berjuang melawan sakit stroke, namun keduanya tetap berkomitmen mengembangkan usaha sekaligus memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
Melalui program Pertamina UMK Academy, produk mangrove binaan Ade kini tengah dipasarkan ke pasar ekspor Korea Selatan, sementara Cassava Crackers turut menembus pasar internasional. Usahanya juga memberdayakan sepuluh karyawan tetap dan dua puluh lima siswa magang dari SMA setempat, menjadikannya salah satu contoh UMKM yang menggabungkan pertumbuhan bisnis dengan dampak sosial inklusif.
Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan dukungan Pertamina dan berbagai pihak, kami siap membawa produk lokal naik kelas dan menembus pasar internasional.
- Ade Soelistyowati, pemilik PT Gemilang Agro Inovasi
7. Klaster Biomassa PLN: Kolaborasi CSR yang Melahirkan 34 UMKM Baru
Tidak semua kisah sukses berasal dari satu pelaku usaha tunggal. Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN dalam pengembangan biomassa sebagai bahan bakar pengganti batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap turut melahirkan ekosistem usaha baru di berbagai daerah. Praktik pengembangan biomassa ini berhasil menyerap 361 tenaga kerja baru, sekaligus membentuk 34 UMKM baru yang terlibat dalam rantai pasok bahan baku biomassa.
Kisah ini menunjukkan bahwa program CSR tidak selalu berbentuk pendampingan langsung kepada satu UMKM, tetapi juga dapat menciptakan ekosistem usaha baru melalui kemitraan rantai pasok yang berkelanjutan.
8. Benang Merah dari Kisah-kisah Ini: Apa yang Membuat CSR Berhasil?
Dari berbagai kisah di atas, dapat ditarik beberapa pola yang membuat program CSR benar-benar berdampak pada pertumbuhan UMKM, bukan sekadar kegiatan seremonial.
- Pendampingan berkelanjutan, bukan pelatihan satu kali. Move Leather mengikuti program selama tiga tahun berturut-turut, dan KAINRATU mendapat pendampingan bertahap dari pengembangan produk hingga riset pasar ekspor.
- Akses pasar nyata sebagai tindak lanjut pelatihan, seperti keikutsertaan dalam pameran (Inacraft, SMEXPO, Dubai Expo, BRI UMKM EXPO(RT)) yang membuka peluang transaksi langsung.
- Kurikulum bertahap yang disesuaikan dengan tingkat kematangan usaha, sebagaimana pendekatan Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global yang diterapkan Pertamina UMK Academy.
- Dukungan yang menyentuh aspek sosial, tidak hanya bisnis, seperti pemberdayaan difabel pada kisah PT Gemilang Agro Inovasi dan pemberdayaan perempuan pada kisah Diby Leather.
- Kolaborasi ekosistem, bukan hanya bantuan sepihak, seperti pembentukan klaster UMKM baru dalam rantai pasok biomassa PLN.
Penutup
Kisah-kisah sukses ini membuktikan bahwa program CSR yang dirancang dengan baik mampu menjadi pengungkit nyata bagi pertumbuhan UMKM, mulai dari penguatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, hingga penciptaan dampak sosial yang lebih luas. Bagi pelaku UMKM, kisah-kisah ini menjadi pengingat bahwa konsistensi mengikuti pendampingan dan keberanian membuka diri terhadap program pemberdayaan dapat membuka jalan menuju pertumbuhan yang jauh lebih besar. Bagi perusahaan, kisah-kisah ini menjadi bukti bahwa investasi sosial yang tepat sasaran memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi UMKM binaan maupun bagi keberlanjutan perusahaan itu sendiri.
Artikel ini disusun untuk keperluan edukasi dan informasi umum di meravi.id berdasarkan liputan media dan siaran pers resmi masing-masing perusahaan. Nama dan capaian usaha mengacu pada sumber yang dikutip.