meravi
Cara Melakukan Pemetaan Sosial (Social Mapping) yang Akurat Sebelum Memulai Program CSR
03 Jun 2026
/By: admin
- Efisiensi Anggaran: Menjamin dana CSR dialokasikan untuk program yang benar-benar dibutuhkan (right program for the right people).
- Mitigasi Risiko Konflik: Mengidentifikasi sejak dini adanya gesekan sosial, batas wilayah adat, atau faksi politik lokal yang dapat menghambat operasional lapangan.
- Penyusunan Baseline Data: Menyediakan data dasar yang valid, sehingga setelah program berjalan, tingkat keberhasilannya dapat diukur secara objektif menggunakan metode seperti Social Return on Investment (SROI).
- Sumber Data: Profil desa, data Badan Pusat Statistik (BPS) kecamatan, data puskesmas terkait isu kesehatan, hingga laporan monografi desa.
- Output: Gambaran umum mengenai jumlah penduduk, mata pencaharian dominan, tingkat pendidikan, dan fasilitas umum yang tersedia.
- In-Depth Interview (Wawancara Mendalam): Menggali informasi dari pemangku kepentingan kunci (key stakeholders), seperti kepala desa, tokoh adat, bidan desa, atau ketua kelompok pemuda.
- Focus Group Discussion (FGD): Mengumpulkan perwakilan warga dari berbagai elemen (petani, ibu rumah tangga, pemuda) untuk berdiskusi bersama mengenai masalah terbesar di desa mereka.
- Transect Walk (Penelusuran Wilayah): Berjalan kaki mengelilingi desa bersama warga lokal untuk mengamati langsung kondisi geografis, infrastruktur, dan interaksi sosial harian secara natural.
- Masalah Utama (Needs Assessment): Apa keluhan terbesar warga? (Misal: tingginya angka pengangguran pemuda atau minimnya akses pasar untuk hasil tani).
- Potensi Pengungkit (Asset-Based Thinking): Apa modal sosial/alam yang bisa dikembangkan? (Misal: lahan desa yang luas, keahlian menenun, atau adanya kelompok wanita tani yang aktif).
Metode Lapangan
Sasaran Utama
Output Strategis untuk CSRWawancara Tokoh Kunci | Elit formal (Kades/BPD) & informal (Tokoh agama/adat). | Mengetahui struktur kekuasaan lokal untuk mempermudah perizinan sosial.
FGD Lintas Kelompok | Kelompok marjinal, perempuan, dan pemuda. | Memastikan program bersifat inklusif dan menyentuh akar rumput.
Observasi / Transect Walk | Kondisi fisik lingkungan, fasilitas sanitasi, tata guna lahan. | Menghindari program fisik yang mubazir atau salah lokasi.
Categories
- BUMDes (125)
- UMKM (48)
- Portofolio BUM Desa (24)
- Meravi (29)
- Portofolio UMKM (15)
- Pelatihan (15)
- Pendampingan (8)
- Pengembangan & Pemberdayaan Masyarakat (PPM) (40)
Recent Posts
CSR Ekonomi untuk Pemberdayaan Masyarakat: Strategi Perusahaan
18 Sep 2026
/By: admin
CSR Karyawan: Investasi Perusahaan untuk Pengembangan SDM
16 Sep 2026
/By: admin
Tren CSR UMKM 2026: Peluang Baru bagi Pelaku Usaha Kecil
14 Sep 2026
/By: admin
Kisah Sukses UMKM yang Berkembang Berkat Program CSR
11 Sep 2026
/By: admin
Strategi CSR untuk Membantu UMKM Naik Kelas di Era Digital
09 Sep 2026
/By: admin
Tags
# Pengembangan & Pemberdayaan Masyarakat (PPM)
# Sinkronisasi
# Koperasi Merah Putih
# Koperasi
# Portofolio Pengembangan UMKM
# Portofolio Pengembangan BUM Desa
# meravi
# bumdes
ARTIKEL LAINNYA