Alamat

Glugo, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul
Daerah Istimewa Yogyakarta 55188


No. Telpon

087-805-900-800


Email

sekretariat.meravi.id@gmail.com

Portofolio Pengembangan UMKM

Contoh Program CSR yang Berhasil Meningkatkan Omzet UMKM

28 Aug 2026

/

By: admin

contoh-program-csr-yang-berhasil-meningkatkan-omzet-umkm

Tidak sedikit yang skeptis bahwa program CSR hanya berhenti pada seremoni penyerahan bantuan tanpa dampak yang bisa diukur. Namun kenyataannya, sejumlah program pemberdayaan UMKM yang dirancang dan didampingi secara konsisten justru terbukti mampu mendongkrak omzet, memperluas pasar, hingga membuka peluang ekspor bagi pelaku usaha kecil. Berikut beberapa contoh CSR UMKM nyata dari perusahaan di Indonesia yang berhasil membawa dampak signifikan bagi usaha binaannya.

  • Haluan Bali – Pertamina UMK Academy Setelah mengikuti kelas Go Online di Pertamina UMK Academy, brand fesyen Haluan Bali milik Defria Kirana berhasil menembus pasar ekspor ke Australia, Jepang, Belanda, Jerman, hingga Amerika Serikat. Selain ilmu dan pendampingan mentor profesional, ia juga mendapatkan jejaring bisnis, kesempatan mengikuti berbagai pameran, serta tambahan modal usaha yang mempercepat perluasan pasarnya. Bagi Defria, program ini menjadi titik balik yang mengubah skala bisnisnya dari pasar lokal menjadi pasar internasional dalam waktu relatif singkat.


  • Diby Leather – Pertamina UMK Academy Pemilik Diby Leather, Bayu Ratna Diny, merasakan lonjakan permintaan produk usai mengikuti kelas Go Global. Program ini juga membantunya menjalin tiga kolaborasi bisnis baru, termasuk inisiatif pemberdayaan perempuan di lingkungan usahanya. Menurutnya, pelatihan yang diikuti tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga membuka peluang kemitraan strategis yang sebelumnya sulit dijangkau secara mandiri.


  • Exobrooch – Pertamina UMK Academy Ika Bunga Maharani, pemilik Exobrooch dan Champion kelas Go Modern, berhasil menambah jumlah pelanggan sekaligus menekan biaya produksi berkat pendampingan program ini. Melalui pelatihan Go Green, usahanya juga berhasil menghadirkan lini produk ramah lingkungan seperti eco-friendly scrunchie, sustainable hairpin batik, hingga aksesori dari limbah rumah tangga, yang justru membuka segmen pasar baru bagi produknya.


  • Klaster Pisang Sale Mades – BRI Klasterku Hidupku Berawal dari inisiatif mengolah pisang lokal yang sebelumnya kurang dimanfaatkan di Kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah, Kelompok Pisang Sale Mades kini mencatatkan omzet hingga puluhan juta rupiah per bulan berkat pendampingan dan akses pameran dari program Klasterku Hidupku BRI. Produknya, mulai dari keripik pisang sale, keripik ubi talas, hingga keripik singkong, kini telah menembus pasar di berbagai kota di Indonesia, tidak lagi terbatas pada pasar lokal di sekitar Parigi.


  • Klaster Telur Asin Abinisa – BRI Klasterku Hidupku UMKM Telur Asin Abinisa di Desa Sujung, Banten, mengalami kenaikan omzet setelah mendapat pembiayaan dan pendampingan pemasaran digital dari BRI. Selain memproduksi telur asin dalam jumlah lebih banyak dengan kualitas yang lebih konsisten, klaster ini juga berhasil mengembangkan produk turunan berupa egg roll, sehingga sumber pendapatan anggotanya menjadi lebih beragam dan tidak bergantung pada satu jenis produk saja.


  • Klaster Telur Asin Sabiq Bejo – BRI Klasterku Hidupku Usaha telur asin milik Ainur Rohmatin di Lamongan berkembang pesat setelah bergabung dengan program pemberdayaan ini, mulai dari akses pemasaran melalui platform Localoka hingga akses modal lewat Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang membuat perputaran usahanya lebih lancar. Berkat konsistensi dan kegigihannya membina 20 anggota klaster, ia dinobatkan sebagai Top 5 Local Hero pada Merry Riana Entrepreneur of the Year Award 2023, sebuah pengakuan yang turut mengangkat reputasi dan kepercayaan pasar terhadap produknya.




Apa yang Membuat Program-Program Ini Berhasil?
Jika dicermati, keberhasilan contoh-contoh CSR UMKM di atas tidak berdiri sendiri dari satu faktor saja. Ada tiga benang merah yang konsisten muncul: pendampingan berkelanjutan yang tidak berhenti setelah bantuan modal diberikan, akses pasar nyata melalui pameran maupun platform digital, serta pembentukan kelompok atau klaster usaha yang memperkuat solidaritas dan efisiensi antaranggota. Kombinasi ketiga faktor inilah yang membedakan program pemberdayaan UMKM yang berdampak jangka panjang dengan bantuan CSR yang sifatnya hanya seremonial.


Kesimpulan:
Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM lewat CSR tidak berhenti pada bantuan modal semata, melainkan mencakup pendampingan bisnis, akses pasar, hingga jejaring kolaborasi yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, program CSR mampu menjadi katalisator nyata bagi UMKM untuk naik kelas dan meningkatkan omzet secara signifikan, sekaligus membuktikan bahwa investasi sosial perusahaan dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.



ARTIKEL LAINNYA

contoh-program-csr-yang-berhasil-meningkatkan-omzet-umkm

UMKM

28 Aug 2026

/

By: admin

Contoh Program CSR yang Berhasil Meningkatkan Omzet UMKM
Read More
cara-daftar-program-csr-umkm-2026-lengkap-dengan-syaratnya

UMKM

26 Aug 2026

/

By: admin

Cara Daftar Program CSR UMKM 2026, Lengkap dengan Syaratnya
Read More
10-perusahaan-dengan-program-csr-terbaik-untuk-umkm-di-indonesia

UMKM

24 Aug 2026

/

By: admin

10 Perusahaan dengan Program CSR Terbaik untuk UMKM di Indonesia
Read More
csr-untuk-umkm-cara-mendapatkan-bantuan-modal-dari-perusahaan

UMKM

21 Aug 2026

/

By: admin

CSR untuk UMKM: Cara Mendapatkan Bantuan Modal dari Perusahaan
Read More
panduan-menjalankan-csr-umkm-agar-memberikan-dampak-sosial-dan-bisnis-yang-berkelanjutan

UMKM

19 Aug 2026

/

By: admin

Panduan Menjalankan CSR UMKM agar Memberikan Dampak Sosial dan Bisnis yang Berkelanjutan
Read More
csr-umkm-peran-perusahaan-dalam-mendukung-pertumbuhan-usaha-mikro-kecil-dan-menengah

UMKM

14 Aug 2026

/

By: admin

CSR UMKM: Peran Perusahaan dalam Mendukung Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
Read More