6 July, 2020
BUMDes Sebagai Penggerak Roda Ekonomi Desa

BUMDes Sebagai Penggerak Roda Ekonomi Desa Saat Wabah Covid-19

Wabah Covid-19 berdampak signifikan terhadap dinamika perekonomian di Indonesia.Dinamika ekonomi ini tentu saja merambat hingga ke seluruh desa-desa di Indonesia. Untuk mengatasi dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 di desa, diperlukan peran BUMDes sebagai jaring pengaman ekonomi desa.

Dampak wabah Covid-19 terhadap ekonomi desa telah membuat perekonomian desa terus menurun yang ditandai dengan meningkatnya angka kemiskinan serta daya beli masyarakat desa menurun drastis. Selain itu, penggangguran di desa terus meningkat seiring dengan arus balik pengangguran dari kota. Dampak lainnya adalah UMKM desa akan terpuruk akibat produksi dan pasar terganggu.

Bagi usaha yang sedang berjalan di desa, wabah Covid-19 akan membuat aktivitas produksi usaha menurun bahkan berhenti. Akibatnya, terjadi penurunan omset usaha terutama yang bergerak di sektor swasta. Sehingga, pengurangan tenaga kerja atau PHK terjadi dimana-mana.

BUMDes sebagai jaring pengaman ekonomi desa harus mengambil peran mengatasi dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 di desa. Ada beberapa upaya dalam mengembangkan BUMDes disaat wabah Covid-19. BUMDes.

BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat desa.

Karena itu BUMDes harus hadir menyelamatkan perekonomian desa dengan mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk mengurangi dan mengatasi dampak krisis ekonomi akibat wabah Covid-19. Beberapa potensi dan peluang yang bisa dmanfaatkan didesa antara lain sektor pertanian, perikanan dan peternakan; sektor pengolahan pangan; tenaga kerja di desa dan modal sosial desa.

Terdapat beberapa strategi bisnis yang bisa dikembangkan oleh BUMDes untuk membawa perekonomian desa keluar dari krisis saat ini. Pertama, mengalihkan sementara usaha yang terdampak ke kegiatan usaha yang kurang atau tidak terdampak wabah Covid-19.

Kegiatan usaha tersebut bisa berupa usaha produksi dan pemasaran produk industri rumah tangga, usaha penyediaan sembako murah atau bersubsidi kepada masyarakat terutama kelompok rentan, usaha berbasis sektor pertanian dan kebutuhan pokok, usaha lumbung pangan desa, usaha penyediaan bahan baku dan alat-alat produksi melalui skema penyertaan modal atau kredit lunak, usaha produksi atau penyediaan peralatan penyediaan penanganan wabah Covid-19 dengan tetap memegang fungsi sosial.

Kedua, melakukan konsolidasi internal BUMDes. Ketiga, membangun kemitraan dengan perusahaan swasta, BUMN dan pemerintah untuk memperkuat rantai pasok dan pasar. Keempat, membangun kemitraan dengan kelompok dan pelaku ekonomi di desa. Serta masih banyak hal lainnya.

Untuk menjawab tantangan di masa wabah Covid-19 ini, Bumdes.id kini hadir dengan kelas pelatihan online untuk dapat membantu BUMDes di seluruh Indonesia agar dapat bertahan ditengah wabah covid 19 dan dapat terus menggerakan perekonomian desa. Dengan berbagai pilihan kelas seperti,Peta Jalan Bumdes, Akuntasi Bumdes. Model Bisnis dan Inovasi Bumdes, dan Tata Kelola Manajemen Bumdes.

BUMDes Sebagai Penggerak Roda Ekonomi Desa

Ayo #Tetapproduktif saatnya belajar dari rumah. #Dirumahaja bukan berarti tidak dapat melakukan hal-hal baik seperti halnya menambah pengetahuan dan mengembangkan kemampuan diri. Ini saat yang tepat untuk #terusbergerak dan #belajardarirumah dengan mengikuti Training Online Bumdes.id di www.learning.co.id:

Untuk Info lebih lanjut mengenai pelatihan online bumdes lainnya silahkan hubungi di :
083-844-264-098 (Denny)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *